Selasa, 01 Desember 2009

SABTU, 10 JANUARI 2009

Kadang aral menghancurkan asaku menjadi puing-puing keputusasaan, aku mencoba bangkit namun apa daya cobaan terlalu kuat menghadangku. Aku harus bagaimana.
Tidak tahu mengapa aku sulit mengendalikan diriku sendiri, aku seringkali bertindak diluar kontrol yang tidak jarang sangat merugikan diriku sendiri contohnya seperti yang telah aku lakukan ini yaitu menghabiskan uang yang seharusnya aku gunakan untuk membayar kuliah semester ini. Apa yang harus aku lakukan ya Allah. Aku menyesal, aku menyesal. Aku harus pulang, aku harus menenangkan diriku dirumah dan sesegera mungkin mencari solusi atas apa yang sudah terjadi. Aku tidak mau jika tahun ini menjadi tahun kehancuran bagiku, aku mau tahun ini akn menjadi tahun kebangkitan bagi diriku.
Seperti biasa Ibie masih menggangguku melalui telepon dan SMS-nya, aku tidak bisa abai begitu saja terhadapnya setidaknya hidupku jadi lebih berseni karena ada dia.

JUMAT, 9 JANUARI 2009

Ketika asa hilang jadilah aku sebuah debu yang tak terlihat bahkan tiada lagi berguna hidupku. Saat hilang harapan maka jadilah hidupku tanpa arah, mataku gelap gulita tak tentu jalan yang hendak dituju. Karena harapan aku hidup.
Mungkin saat ini harapan cintaku hilang dan entah kemana lagi akan kucari tiada mudah bagiku untuk meraih itu semuanya butuh waktu. Cinta tidak bisa diharapkan namun juga tidak dapat dipungkiri, ketika cinta itu datang maka siapa yang dapat menolaknya, cinta itu akan senantiasa hadir dalam gejolak hati yang dalam entah wujud yang kita cintai itu membalas cinta kita atau tidak. Mungkin sekarang aku sudah kehilangan asaku untuk Aghisna namun siapa yang dapat melarangku untuk terus memimpikannya.
Shalat jumat selesai aku pergi ke kampus dengan Dinda untuk mengambil formulir autodebet yang aku bingung uangnya darimana untuk pembayaran kuliah pada semester ini karena uang sisa beasiswaku sudah tidak cukup lagi. Aku sempat sakit hati menghadapi masalah ini namun aku sedikit mendapat hiburan karena ada telepon dari Mala di singapura, setidaknya akau bisa belajar berbicara bahasa inggris dengan dia.
Dering handphone-ku berbunyi, aku mendapatkan dua jarkom dari HIKMI (Himpunan Keluarga Mahasiswa Indrmayu) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). HIKMI mengajakku ikut foto pengurus periode ini, maklum aku masuk kedalam struktur kepengurusan organisasi ini tepatnya sebagai Staf Kastrat (Kajian Strategis). Sepulang foto pengurus HIKMI di depan kampus IKOPIN, aku ikut ke acara demo solidaritas untuk palestina di gerbang kampus unpad.

KAMIS, 8 JANUARI 2009

Antara asa dan masa aku yakin akan mempersatukan mimpi dimasa depan karena selama matahari bersinar aku yakin harapan masih membentang luas disemesta yang agung.
Terasa sekali hari ini sangat membosnkan bagiku. Rencananya aku hendak ke bandung mengembalikan dan meminjam buku di perpustakaan Unpad dipatiukur bandung tetapi aku merasa malas sekali karena itu aku hanya berdiam diri dikontrakanku.
Ba’da maghrib aku dan Galih keluar untuk membeli charger MP3 namun tokonya tutup oleh karena itu kami pun bermain playstation terlebih dahulu kemudian pulang. Sebelum tidur aku sempat makan dan melihat pakaianku terlebih dahulu sembari mendengarkan lagu-lagu The Corrs.
Cause I have fallen in love
With you, no never have
I’m never gonna stop falling in love, with you.

RABU, 7 JANUARI 2009

Kulambungkan angan biar asa mengalun merdu dalam rintik-rintik rindu yang menjelma. Kutiupkan kenangan biar mimpi menjadi nyata dalam puisi kehidupan yang penuh keindahan.
Cucian pakaianku bertumpuk banyak aku mencuci semuanya hingga selesai sekitar jam delapan dan dilanjutkan merapikan kamarku yang selesai pada jam Sembilan. Aku harus melakukan semuanya sendiri menyerahkan cucianku ke tempat laundry sama saja menghamburkan uang yang tidak perlu, selama aku masih bisa melakukannya sendiri aku akan lakukan itu sendiri.
Dengan harapan ada nilai ujian lagi yang diumumkan aku pergi ke kampus tetapi sesampainya disana belum ada satu pun nilai yang keluar kecuali yang kemarin. Di kampus aku bertemu dengan Sunaman dan Ben Okto Sinaga mahasiswa asal medan yang merupakan teman kuliahku satu jurusan dan angkatan. Aku bergabung dengan mereka yang sedang asyik menjelajah dunia maya dengan laptop yang dihubungkan dengan koneksi internet yang ada dikampus sedangkan aku hanya membaca Koran yang aku beli di gerbang unpad. Setelah bosan aku pun pulang dan bertemu dengan Fredy di jalan mungkin mempunyai maksud yang sama denganku.

SELASA, 6 JANUARI 2009

Kadang sepi menyapa kadang rindu memilu namun ujung gelisah tak pernah berakhir selama hati ini masih dirundung gundah yang melara.
Berkat bantuan kalkulator yang aku pinjam dari Syahrul akhirnya aku bisa mengerjakan ujian pengantar statistika sosial walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. Aku sempat melihat pengumuman hasil ujian mata kuliah Sistem Pemerintahan Indonesia (SPI) dan aku mendapatkan nilai A. terang saja aku senang dan bersyukur karena teman-temanku banyak yang mendapat nilai SPI rendah. Untuk menghilangkan rasa jenuh aku mencoba bermain playstation.
Aku menanyakan pada Ibie apakah dia masih menganggapku sebagai kekasihnya atau tidak dan dia menjawaab hanya menganggapku sebagai kakak. Meskipun aku sedikit kecewa namun akhirnya aku lega.
Aku melihat dua orang yang berada di sebelah utara sekitar 100 m dari kontrakanku sedang asyik bercengkrama dan akhirnya mereka berciuman, kurang ajar benar memang ditempat yang terbuka seperti itu sempat melakukan perbuatan yang tabu, itu terjadi ketika aku sedang melamun di loteng kontrakanku sambil menikmati pemandangan gunung geulis.
Setelah isya aku, Galih dan Syahrul pergi bersama ke ATM, tempat penyewaan komik dan ke mini market. Aku membeli empat bungkus mie instan dan kopi.

SELASA, 6 JANUARI 2009

Kadang sepi menyapa kadang rindu memilu namun ujung gelisah tak pernah berakhir selama hati ini masih dirundung gundah yang melara.
Berkat bantuan kalkulator yang aku pinjam dari Syahrul akhirnya aku bisa mengerjakan ujian pengantar statistika sosial walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. Aku sempat melihat pengumuman hasil ujian mata kuliah Sistem Pemerintahan Indonesia (SPI) dan aku mendapatkan nilai A. terang saja aku senang dan bersyukur karena teman-temanku banyak yang mendapat nilai SPI rendah. Untuk menghilangkan rasa jenuh aku mencoba bermain playstation.
Aku menanyakan pada Ibie apakah dia masih menganggapku sebagai kekasihnya atau tidak dan dia menjawaab hanya menganggapku sebagai kakak. Meskipun aku sedikit kecewa namun akhirnya aku lega.
Aku melihat dua orang yang berada di sebelah utara sekitar 100 m dari kontrakanku sedang asyik bercengkrama dan akhirnya mereka berciuman, kurang ajar benar memang ditempat yang terbuka seperti itu sempat melakukan perbuatan yang tabu, itu terjadi ketika aku sedang melamun di loteng kontrakanku sambil menikmati pemandangan gunung geulis.
Setelah isya aku, Galih dan Syahrul pergi bersama ke ATM, tempat penyewaan komik dan ke mini market. Aku membeli empat bungkus mie instan dan kopi.

Kamis, 19 November 2009

SENIN, 5 JANUARI 2009

Meski terluka aku tetap terbang dan perlahan aku pulih, aku semakin tinggi dan kulihat rona indah dunia, bumi kehijauan dan laut kebiruan pantulan bayangan langit. sepintas elang menyaingiku, aku mencoba lebih cepat dan tibalah disuatu lembah.
Aku sempat shalat tahajud meskipun hanya dua rakaat saja dan dilanjutkan shalat subuh sebelum akhirnya tidur lagi dan kembali dibangunkan Ibie.
Kemudian aku belajar Filsafat ilmu. Kemarin Dinda memberitahuku bahwa ujian Filsafat Ilmu akan dilaksanakan hari ini pukul 10.00 di gedung B.203 tetapi baru jam setengah sembilan aku sudah berangkat ke kampus, aku tidak mau kalau sampai telat setidaknya datang lebih awal masih menyempatkanku untuk menghafal kembali.
Ujian dilaksanakan dan kami diberi waktu 90 menit untuk mengerjakan lima soal esai, baru 22 menit ujian berjalan aku sudah menyelesaikan semua jawabanku, aku tidak mau berlama-lama dikelas karena dapat mengundang fitnah, ya itu pasti. Mengerjakan ujian secara cepat sudah aku lakukan sejak SMA, alasannya bukan karena aku pintar dalam menjawab soal-soal tersebut tetapi karena sebatas itulah kemampuanku jika isi di dalam otakku semuanya sudah dikeluarkan (meskipun ada soal yang tidak bisa aku kerjakan) apa aku harus bertanya kepada teman tentu saja jangan.
Setelah ujian selesai maka aku puaskan dengan bermain play station di rental. Bahri main ke kontrakanku belajar statistika denganku tetapi Ibie terus mengganggu, karena kesal belajar pun selesai.