Ketika asa hilang jadilah aku sebuah debu yang tak terlihat bahkan tiada lagi berguna hidupku. Saat hilang harapan maka jadilah hidupku tanpa arah, mataku gelap gulita tak tentu jalan yang hendak dituju. Karena harapan aku hidup.
Mungkin saat ini harapan cintaku hilang dan entah kemana lagi akan kucari tiada mudah bagiku untuk meraih itu semuanya butuh waktu. Cinta tidak bisa diharapkan namun juga tidak dapat dipungkiri, ketika cinta itu datang maka siapa yang dapat menolaknya, cinta itu akan senantiasa hadir dalam gejolak hati yang dalam entah wujud yang kita cintai itu membalas cinta kita atau tidak. Mungkin sekarang aku sudah kehilangan asaku untuk Aghisna namun siapa yang dapat melarangku untuk terus memimpikannya.
Shalat jumat selesai aku pergi ke kampus dengan Dinda untuk mengambil formulir autodebet yang aku bingung uangnya darimana untuk pembayaran kuliah pada semester ini karena uang sisa beasiswaku sudah tidak cukup lagi. Aku sempat sakit hati menghadapi masalah ini namun aku sedikit mendapat hiburan karena ada telepon dari Mala di singapura, setidaknya akau bisa belajar berbicara bahasa inggris dengan dia.
Dering handphone-ku berbunyi, aku mendapatkan dua jarkom dari HIKMI (Himpunan Keluarga Mahasiswa Indrmayu) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). HIKMI mengajakku ikut foto pengurus periode ini, maklum aku masuk kedalam struktur kepengurusan organisasi ini tepatnya sebagai Staf Kastrat (Kajian Strategis). Sepulang foto pengurus HIKMI di depan kampus IKOPIN, aku ikut ke acara demo solidaritas untuk palestina di gerbang kampus unpad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar