Kamis, 10 Desember 2009

SABTU, 17 JANUARI 2009

Merintih hatiku tanpa bunyi, menangis jiwa ini tanpa isakan, menjerit tubuhku dengan isyarat. Kadang dunia terasa sempit bagiku hingga nafas berat untuk kuhirup.
Karena kesal dengan kamus bututku yang tidak bisa menemukan kosa kata yang sedang aku cari aku putuskan untuk membelinya di Palasari. Palasari adalah pilihan terbaik bagi mahasiswa dengan keuangan yang cekak sepertiku untuk membeli buku-buku yang murah. Sehabis mandi aku langsung pergi dan menaiki Bus Damri Jatinangor-Dipatiukur. Sementara bus melintasi tol aku asyik terbuai oleh alunan merdu suara Andrea dan violin Sharon The Corrs.
Sesampainya di Palasari aku beli sebuah kamus Inggris-Indonesia karangan Jhon M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Oxford, kamus bahasa Jerman, dan Al qur’an dan terjemahannya untuk mengganti Al qur’an Sayyidi yang aku hilangkan saat aku meminjamnya pada acara Pentas Seni dan Budaya di alun-alun Pendopo Indramayu 8 Agustus 2008 lalu. Waktu itu aku ditunjuk sebagai Qori walaupun tidak jadi karena susunan acara berubah.

JUMAT, 16 JANUARI 2009

Aku tahu terlalu jauh aku bermimpi, terlalu dalam aku berharap, dan terlalu luas aku memiliki asa namun apakah artinya aku ini tanpa mimpi, tanpa harapan, tanpa asa.
Setelah kubaca seharian akhirnya novel Maryamah Karpov yang kupinjam kemarin selesai juga aku baca. Novel yang luar biasa, paduan antara sains dan sastra yang sensasional dan merupakan buku wajib bagi seorang pemimpi sepertiku.
Aku dan Galih mala mini seperti biasanya keluar ke tempat penyewaan komik, mini market dan warnet kemudian nonton bareng film Lost In Love yang berlatar di Paris, Prancis. Aduhai paris yang indah bersama Effiel yang berdiri megah kapan aku bisa menyentuh kakinya.

KAMIS, 15 JANUARI 2009

Kulihat mega menawan, bintang berkelipan, bulan tersenyum dan langit merona indah. Meski tiada cinta yang kudapat tapi ada cinta yang kuberi. Kuberi cinta pada alam yang indah.
Kurebut novel dari Galih berjudul Maryamah Karpov karya Andrea Hirata bagian keempat dari novel tetralogi Laskar Pelangi. Novel ini milik Syahrul. Aku baca beberapa mozaik dan kembali fokus untuk mengurusi masalah beasiswa. Setelah berkas-berkas persyaratan beasiswaku kuanggap lengkap aku pergi ke kampus untuk mengumpulkannya. Ku sodorkan tiga map ke Sub Bagian Kemahasiswaan (SBK) namun beliau acuh tak acuh mengurusi yang lain. Setelah kukumpulkan aku pun pamitan pulang.
Galih menitip untuk dibelikan pulsa untuknya tetapi sampai sore belum masuk ke handphone-nya makanya kami kembali kesana dan menanyakan perihal pulsa yang belum masuk itu sekalian ke tempat penyewaan komik.

RABU, 14 JANUARI 2009

Lihatlah pagi ini matahri bersinar cerah dan indah kurasakan pancarannya meski panas menyelimuti tubuhku. Aku berjalan ketepian mimpi agar jelas sudah arahku kemana namun tetap saja tak ada kerinduan yang membawaku dalam semangat perjalanan ini. Hatiku mulai beku bersama angkuhnya bidadari-bidadari mimpi.
Setelah kusalami ibu, kakak dan adikku, aku bergegas pergi meninggalkan rumah dengan sepeda yang aku pinjam dari bibiku yang rumahnya dekat dengan jalan pantura kemarin aku turun dari bus di depan rumahnya dan aku pinjan sepedanya. Bus Bandung-Indramayu pun datang aku langsung menaikinya tetapi aku tidak bisa menikmati perjalanan ini selain perutku terasa mual aku juga tidak tahan untuk urusan yang satu ini. Tentu saja sampai diterminal leuwi panjang yang pertama aku cari adalah toilet kemudian makan mie ayam seharga Rp. 8.000, mahal sekali untuk ukuranku. Cukup lama aku menunggu Bus Elang-Jatinangor, tentu saja aku kesal buakankah hal yang paling mengesalkan dan menjenuhkan adalah menunggu apalagi menunggu sang kekasih tetapi sekarang aku sekarang tidak memiliki siapapun, pacaran hanya aku rasakan ketika aku SMA itu pun dengan anak SMP. Bus Damri pun datang.
Hari ini aku persiapkan berkas-berkas untuk persyaratan beasiswa kemudian sekitar jam tiga sore aku mengikuti rapat acara Temu Wong Dermayu (TWD). TWD adalah program HIKMI bagi mahsiswa baru yang berasal dari indramayu dan kuliah di kawasan jatinangor untuk memasuki organisasi ini. Dulu aku juga mengikutinya, acaranya mirip dengan ospek kampus. Rapat baru selesai sekitar maghrib.
Malam ini aku dan Galih pergi ke warnet. Aku membuka situs www.fisip.unpad.ac.id karena disitu aku bisa memasukkan ID dan password yang disediakan fakultas untuk mahasiswanya mengenai informasi akademik. Aku bisa melihat nilai-nilaiku disitu.

Selasa, 01 Desember 2009

SELASA, 13 JANUARI 2009

Asa mengalun indah dipelupuk mata seakan aku ingin terus maju meski badai menghampiriku, jurang menjatuhkanku, karang menghantamku. Iringan hujan menetes dari langit bagai tangisan awan yang mengentaskan kemarahannya. Rintikan itu membasahiku dan aku tetap berjalan.
Jarang sekali aku melaksanakan shalat qiyamul lail, beruntung dini hari ini aku mengerjakannya dan dilanjutkan dengan mengkhatamkan al qur’an kemudian shalat subuh di maushola Arrahman yang terletak tidak jauh dari rumahku.
Di indramayu sama saja sedang musim hujan, dengan rintikan hujan aku tetap pergi ke Kantor Kepala Desa untuk meminta dibuatkan surat keterangan tidak mampu untuk persyaratan beasiswa yang aku ajukan kemarin. Ah, palayanan publik di desa ini sangat tidak memuaskan dan cenderung lamban. Aku sebenarnya sadar siapa mereka sedikit sekali yang memiliki tingkat pendidikan hanya sampai SMA bahkan yang tidak bisa baca-tulis pun tetap diangkat menjadi Pamong Desa tentu saja profesionalisme public service disini masih rendah.
Sebelum pulang aku tidak lupa untuk memberi uang sebesar Rp.10.000 untuk menutupi muka cemberut orang desa. Dulu ketika pertama kali masuk unpad aku pernah hendak dibuatkan surat keterangan kelahiran oleh salah satu pejabat desa disini setelah jadi aku berikan uang japrem (jatah preman) itu kepadanya namun karena surat yang pertama aku sudah membayar Rp.10.000 maka untuk surat yang kedua aku berikan saja uang sebesar Rp.5.000 hasilnya adalah kulihat mimic muka yang mengecewakan dan tiada seutas senyum pun di bibirnya. Masya Allah, apa mereka tidak tahu ini adalah salah satu perbuatan korupsi, mereka sudah digaji dan sudah sepatutnya tugas mereka adalah sebagai abdi masyarakat, melayani masyarakat.
Kalau ingin melihat kondisi Pemerintahan Indonesia maka lihatlah pemerintahan yang paling kecil di Negara ini yaitu Pemerintahan Desa. Jika dipemerintahan terbawah saja korupsi sudah menjadi suatu budaya maka tidak bisa dipungkiri budaya ini menyeluruh pada setiap lapisan pemerintahan.

SENIN, 12 JANUARI 2009

Dengan sepercik harapan yang aku miliki telah mampu menggerkanku untuk terus hidup dan berusaha hidup meski sakit terasa bebanku dipunggung.
Hari ini aku sengaja datang ke kampus untuk mengajukan beasiswa pembebasan namun menurut Sub Bagian Kemahasiswaan (SBK) mulai tahun ini sudah tidak ada lagi beasiswa pembebasan, untuk yang tidak mampu membayar registrasi maka caranya yang pertama adalah melakukan penundaan pembayaran dan yang kedua mengajukan beasiswa biasa yang akan disalurkan kepada sumber beasiswa yang ada sebagai bentuk pengalihan beasiswa pembebasan. Letak perbedaan antara kedua jenis beasiswa tersebt adalah jika beasiswa pembebasan maka mahasiswa yang bersangkutan tidak lagi dimintai pembayaran kuliah pada semester itu sedangkan jika mendapat beasiswa dari sumber tertentu maka bentuk beasiswanya dalam bentuk pencairan uang ke rekening bank masing-masing dan pembayaran registrasi dilakukan oleh sendiri.
Setelah aku mengurusi permasalahan beasiswa di kampus, aku pergi ke bandung untuk meminjam buku bahasa inggris dan bahasa jerman di CISRAL UNPAD (Center of Information Scientific Resource and Library Universitas Padjadjaran).
Dari bandung aku pulang ke indramayu menggunakan bus bhineka dijalan ada pesan dari Dinda bahwa nilai mata kuliah Filsafat Ilmu aku mendapat nilai A.

MINGGU, 11 JANUARI 2009

Masih terasa kosong hidupku, bintang hilang dari pandangan, matahari lenyap dari penglihatan. Gundah gelisah hadir menyisihkan sejuta bahagia.
Aku berselisih dengan Ibie tidak jelas masalahnya apa, dia yang selalu memulai padahal aku malas diganggunya lagi ya, pada akhirnya dia juga yang meminta maaf. Hari ini aku masih malas untuk melakukan apapun tetapi aku sempat mempunyai ide untuk mengajukan beasiswa pembebasan saja. Masalah nanti diterima atau tidak itu urusan nanti yang penting aku sudah berusaha. Biaya kuliah semester satu dan dua juga aku dapat pembebasan pembayaran, mengapa sekarang tidak bisa. Aku harus bisa.
Karena aku merasa berada pada tekanan psikologis yang lumayan berat aku berusaha untuk menghibur diri salah satunya aku mencoba membaca kembali buku catatan harianku tahun 2007 benar saja aku bisa tertawa dan geli membaca pengalaman hidupku sendiri kadang kagum terhadap kekuasaan Allah karena sebagian doa terbesarku hamper semuanya terkabulkan.

SABTU, 10 JANUARI 2009

Kadang aral menghancurkan asaku menjadi puing-puing keputusasaan, aku mencoba bangkit namun apa daya cobaan terlalu kuat menghadangku. Aku harus bagaimana.
Tidak tahu mengapa aku sulit mengendalikan diriku sendiri, aku seringkali bertindak diluar kontrol yang tidak jarang sangat merugikan diriku sendiri contohnya seperti yang telah aku lakukan ini yaitu menghabiskan uang yang seharusnya aku gunakan untuk membayar kuliah semester ini. Apa yang harus aku lakukan ya Allah. Aku menyesal, aku menyesal. Aku harus pulang, aku harus menenangkan diriku dirumah dan sesegera mungkin mencari solusi atas apa yang sudah terjadi. Aku tidak mau jika tahun ini menjadi tahun kehancuran bagiku, aku mau tahun ini akn menjadi tahun kebangkitan bagi diriku.
Seperti biasa Ibie masih menggangguku melalui telepon dan SMS-nya, aku tidak bisa abai begitu saja terhadapnya setidaknya hidupku jadi lebih berseni karena ada dia.

JUMAT, 9 JANUARI 2009

Ketika asa hilang jadilah aku sebuah debu yang tak terlihat bahkan tiada lagi berguna hidupku. Saat hilang harapan maka jadilah hidupku tanpa arah, mataku gelap gulita tak tentu jalan yang hendak dituju. Karena harapan aku hidup.
Mungkin saat ini harapan cintaku hilang dan entah kemana lagi akan kucari tiada mudah bagiku untuk meraih itu semuanya butuh waktu. Cinta tidak bisa diharapkan namun juga tidak dapat dipungkiri, ketika cinta itu datang maka siapa yang dapat menolaknya, cinta itu akan senantiasa hadir dalam gejolak hati yang dalam entah wujud yang kita cintai itu membalas cinta kita atau tidak. Mungkin sekarang aku sudah kehilangan asaku untuk Aghisna namun siapa yang dapat melarangku untuk terus memimpikannya.
Shalat jumat selesai aku pergi ke kampus dengan Dinda untuk mengambil formulir autodebet yang aku bingung uangnya darimana untuk pembayaran kuliah pada semester ini karena uang sisa beasiswaku sudah tidak cukup lagi. Aku sempat sakit hati menghadapi masalah ini namun aku sedikit mendapat hiburan karena ada telepon dari Mala di singapura, setidaknya akau bisa belajar berbicara bahasa inggris dengan dia.
Dering handphone-ku berbunyi, aku mendapatkan dua jarkom dari HIKMI (Himpunan Keluarga Mahasiswa Indrmayu) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). HIKMI mengajakku ikut foto pengurus periode ini, maklum aku masuk kedalam struktur kepengurusan organisasi ini tepatnya sebagai Staf Kastrat (Kajian Strategis). Sepulang foto pengurus HIKMI di depan kampus IKOPIN, aku ikut ke acara demo solidaritas untuk palestina di gerbang kampus unpad.

KAMIS, 8 JANUARI 2009

Antara asa dan masa aku yakin akan mempersatukan mimpi dimasa depan karena selama matahari bersinar aku yakin harapan masih membentang luas disemesta yang agung.
Terasa sekali hari ini sangat membosnkan bagiku. Rencananya aku hendak ke bandung mengembalikan dan meminjam buku di perpustakaan Unpad dipatiukur bandung tetapi aku merasa malas sekali karena itu aku hanya berdiam diri dikontrakanku.
Ba’da maghrib aku dan Galih keluar untuk membeli charger MP3 namun tokonya tutup oleh karena itu kami pun bermain playstation terlebih dahulu kemudian pulang. Sebelum tidur aku sempat makan dan melihat pakaianku terlebih dahulu sembari mendengarkan lagu-lagu The Corrs.
Cause I have fallen in love
With you, no never have
I’m never gonna stop falling in love, with you.

RABU, 7 JANUARI 2009

Kulambungkan angan biar asa mengalun merdu dalam rintik-rintik rindu yang menjelma. Kutiupkan kenangan biar mimpi menjadi nyata dalam puisi kehidupan yang penuh keindahan.
Cucian pakaianku bertumpuk banyak aku mencuci semuanya hingga selesai sekitar jam delapan dan dilanjutkan merapikan kamarku yang selesai pada jam Sembilan. Aku harus melakukan semuanya sendiri menyerahkan cucianku ke tempat laundry sama saja menghamburkan uang yang tidak perlu, selama aku masih bisa melakukannya sendiri aku akan lakukan itu sendiri.
Dengan harapan ada nilai ujian lagi yang diumumkan aku pergi ke kampus tetapi sesampainya disana belum ada satu pun nilai yang keluar kecuali yang kemarin. Di kampus aku bertemu dengan Sunaman dan Ben Okto Sinaga mahasiswa asal medan yang merupakan teman kuliahku satu jurusan dan angkatan. Aku bergabung dengan mereka yang sedang asyik menjelajah dunia maya dengan laptop yang dihubungkan dengan koneksi internet yang ada dikampus sedangkan aku hanya membaca Koran yang aku beli di gerbang unpad. Setelah bosan aku pun pulang dan bertemu dengan Fredy di jalan mungkin mempunyai maksud yang sama denganku.

SELASA, 6 JANUARI 2009

Kadang sepi menyapa kadang rindu memilu namun ujung gelisah tak pernah berakhir selama hati ini masih dirundung gundah yang melara.
Berkat bantuan kalkulator yang aku pinjam dari Syahrul akhirnya aku bisa mengerjakan ujian pengantar statistika sosial walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. Aku sempat melihat pengumuman hasil ujian mata kuliah Sistem Pemerintahan Indonesia (SPI) dan aku mendapatkan nilai A. terang saja aku senang dan bersyukur karena teman-temanku banyak yang mendapat nilai SPI rendah. Untuk menghilangkan rasa jenuh aku mencoba bermain playstation.
Aku menanyakan pada Ibie apakah dia masih menganggapku sebagai kekasihnya atau tidak dan dia menjawaab hanya menganggapku sebagai kakak. Meskipun aku sedikit kecewa namun akhirnya aku lega.
Aku melihat dua orang yang berada di sebelah utara sekitar 100 m dari kontrakanku sedang asyik bercengkrama dan akhirnya mereka berciuman, kurang ajar benar memang ditempat yang terbuka seperti itu sempat melakukan perbuatan yang tabu, itu terjadi ketika aku sedang melamun di loteng kontrakanku sambil menikmati pemandangan gunung geulis.
Setelah isya aku, Galih dan Syahrul pergi bersama ke ATM, tempat penyewaan komik dan ke mini market. Aku membeli empat bungkus mie instan dan kopi.

SELASA, 6 JANUARI 2009

Kadang sepi menyapa kadang rindu memilu namun ujung gelisah tak pernah berakhir selama hati ini masih dirundung gundah yang melara.
Berkat bantuan kalkulator yang aku pinjam dari Syahrul akhirnya aku bisa mengerjakan ujian pengantar statistika sosial walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. Aku sempat melihat pengumuman hasil ujian mata kuliah Sistem Pemerintahan Indonesia (SPI) dan aku mendapatkan nilai A. terang saja aku senang dan bersyukur karena teman-temanku banyak yang mendapat nilai SPI rendah. Untuk menghilangkan rasa jenuh aku mencoba bermain playstation.
Aku menanyakan pada Ibie apakah dia masih menganggapku sebagai kekasihnya atau tidak dan dia menjawaab hanya menganggapku sebagai kakak. Meskipun aku sedikit kecewa namun akhirnya aku lega.
Aku melihat dua orang yang berada di sebelah utara sekitar 100 m dari kontrakanku sedang asyik bercengkrama dan akhirnya mereka berciuman, kurang ajar benar memang ditempat yang terbuka seperti itu sempat melakukan perbuatan yang tabu, itu terjadi ketika aku sedang melamun di loteng kontrakanku sambil menikmati pemandangan gunung geulis.
Setelah isya aku, Galih dan Syahrul pergi bersama ke ATM, tempat penyewaan komik dan ke mini market. Aku membeli empat bungkus mie instan dan kopi.