Kamis, 10 Desember 2009

SABTU, 17 JANUARI 2009

Merintih hatiku tanpa bunyi, menangis jiwa ini tanpa isakan, menjerit tubuhku dengan isyarat. Kadang dunia terasa sempit bagiku hingga nafas berat untuk kuhirup.
Karena kesal dengan kamus bututku yang tidak bisa menemukan kosa kata yang sedang aku cari aku putuskan untuk membelinya di Palasari. Palasari adalah pilihan terbaik bagi mahasiswa dengan keuangan yang cekak sepertiku untuk membeli buku-buku yang murah. Sehabis mandi aku langsung pergi dan menaiki Bus Damri Jatinangor-Dipatiukur. Sementara bus melintasi tol aku asyik terbuai oleh alunan merdu suara Andrea dan violin Sharon The Corrs.
Sesampainya di Palasari aku beli sebuah kamus Inggris-Indonesia karangan Jhon M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Oxford, kamus bahasa Jerman, dan Al qur’an dan terjemahannya untuk mengganti Al qur’an Sayyidi yang aku hilangkan saat aku meminjamnya pada acara Pentas Seni dan Budaya di alun-alun Pendopo Indramayu 8 Agustus 2008 lalu. Waktu itu aku ditunjuk sebagai Qori walaupun tidak jadi karena susunan acara berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar