Meski terluka aku tetap terbang dan perlahan aku pulih, aku semakin tinggi dan kulihat rona indah dunia, bumi kehijauan dan laut kebiruan pantulan bayangan langit. sepintas elang menyaingiku, aku mencoba lebih cepat dan tibalah disuatu lembah.
Aku sempat shalat tahajud meskipun hanya dua rakaat saja dan dilanjutkan shalat subuh sebelum akhirnya tidur lagi dan kembali dibangunkan Ibie.
Kemudian aku belajar Filsafat ilmu. Kemarin Dinda memberitahuku bahwa ujian Filsafat Ilmu akan dilaksanakan hari ini pukul 10.00 di gedung B.203 tetapi baru jam setengah sembilan aku sudah berangkat ke kampus, aku tidak mau kalau sampai telat setidaknya datang lebih awal masih menyempatkanku untuk menghafal kembali.
Ujian dilaksanakan dan kami diberi waktu 90 menit untuk mengerjakan lima soal esai, baru 22 menit ujian berjalan aku sudah menyelesaikan semua jawabanku, aku tidak mau berlama-lama dikelas karena dapat mengundang fitnah, ya itu pasti. Mengerjakan ujian secara cepat sudah aku lakukan sejak SMA, alasannya bukan karena aku pintar dalam menjawab soal-soal tersebut tetapi karena sebatas itulah kemampuanku jika isi di dalam otakku semuanya sudah dikeluarkan (meskipun ada soal yang tidak bisa aku kerjakan) apa aku harus bertanya kepada teman tentu saja jangan.
Setelah ujian selesai maka aku puaskan dengan bermain play station di rental. Bahri main ke kontrakanku belajar statistika denganku tetapi Ibie terus mengganggu, karena kesal belajar pun selesai.
Kamis, 19 November 2009
MINGGU, 4 JANUARI 2009
Sayapku luka berdarah dan aku mulai lelah untuk terbang namun kucoba kepakkan lagi sayapku, aku terbang namun hanya setinggi atap istana bintang.
Kenapa aku harus mengatakan pada Dewi bahwa aku pernah menyukainya ketika SMA, aku takut dia semakin berbangga karena banyak sekali kaum adam yang menaruh hati padanya itu juga menurut penuturannya ada lebih dari dua belas orang yang menyatakan cinta padanya.
Hari ini cukup mengesalkan juga, Sonia terus saja menggangguku, aku hampir lepas kontrol menghadapi wanita seperti itu namun aku mencoba untuk sabar dan memaafkan dia jika dia memang bersalah, dia banyak bercrita tentang kehidupannya yang menurutku itu hanya kebohongan dia saja, maklum kita hanya berhubungan lewat komunikasi jarak jauh siapa yang tahu dia tidak yang seperti ia ceritakan. Pertama kali aku mengenal dia ketika aku mengambil beasiswa di Dinas Pendidikan Indramayu tiba-tiba dia meneleponku dan mengaku teman Icha.
Aku sudah berjanji pada Dewi akan mengganti pulsanya karena kemarin dia sudah mau menanggapi curhatanku. kemudian Tika juga meminta pulsa kepadaku, aduh aneh. hari ini hari yang aneh dan menyebalkan.
Kenapa aku harus mengatakan pada Dewi bahwa aku pernah menyukainya ketika SMA, aku takut dia semakin berbangga karena banyak sekali kaum adam yang menaruh hati padanya itu juga menurut penuturannya ada lebih dari dua belas orang yang menyatakan cinta padanya.
Hari ini cukup mengesalkan juga, Sonia terus saja menggangguku, aku hampir lepas kontrol menghadapi wanita seperti itu namun aku mencoba untuk sabar dan memaafkan dia jika dia memang bersalah, dia banyak bercrita tentang kehidupannya yang menurutku itu hanya kebohongan dia saja, maklum kita hanya berhubungan lewat komunikasi jarak jauh siapa yang tahu dia tidak yang seperti ia ceritakan. Pertama kali aku mengenal dia ketika aku mengambil beasiswa di Dinas Pendidikan Indramayu tiba-tiba dia meneleponku dan mengaku teman Icha.
Aku sudah berjanji pada Dewi akan mengganti pulsanya karena kemarin dia sudah mau menanggapi curhatanku. kemudian Tika juga meminta pulsa kepadaku, aduh aneh. hari ini hari yang aneh dan menyebalkan.
SABTU, 3 JANUARI 2009
Berikan aku sayap untuk terbang tinggi hingga aku dapat melihat indah bintang mimpiku di angkasa nan raya dan tak akan berhenti kepakan sayapku hingga mimpi itu kuraih.
Entah mengapa aku merasa terbakar semangatku untuk kuliah di luar negeri mungkin karena kata-kata Dewi tadi yang mendorongku, Ya mungkin bener kata Dewi, dalam masalah cinta dan wanita aku bukan apa-apa, makanya aku ingin membuktikan bahwa cinta bukan satu-satunya keindahan di bumi ini, masih banyak keindahan-keindahan lainnya seperti yang sekarang aku rasakan yaitu keindahan mimpi-mimpi.
Mimpi yang mungkin terlalu berat untuk dijunjung, terlalu tinggi untuk didaki, terlalu luas untuk kuarungi, dan terlalu dalam untuk kuselami namun bukankah nilai sesungguhnya dari sebuah perjuangan meraih mimpi adalah proses perjuangan itu sendiri dan itulah yang aku bangun sekarang.
Entah mengapa aku merasa terbakar semangatku untuk kuliah di luar negeri mungkin karena kata-kata Dewi tadi yang mendorongku, Ya mungkin bener kata Dewi, dalam masalah cinta dan wanita aku bukan apa-apa, makanya aku ingin membuktikan bahwa cinta bukan satu-satunya keindahan di bumi ini, masih banyak keindahan-keindahan lainnya seperti yang sekarang aku rasakan yaitu keindahan mimpi-mimpi.
Mimpi yang mungkin terlalu berat untuk dijunjung, terlalu tinggi untuk didaki, terlalu luas untuk kuarungi, dan terlalu dalam untuk kuselami namun bukankah nilai sesungguhnya dari sebuah perjuangan meraih mimpi adalah proses perjuangan itu sendiri dan itulah yang aku bangun sekarang.
JUMAT, 2 JANUARI 2009
Malam masih diselimuti kabut nan dingin perlahan detik demi detik telah mengantarkanku pada fajar yang kemudian berubah menjadi matahari yang indah.
Sekitar jam dua aku bangun kemudian mengambil wudhu, shalat tahajud dan dilanjutkan dengan belajar bahasa jerman. Setelah merasa ngantuk aku tidur dan bangun lagi ketika waktu subuh tiba, aku shalat dan kembali tidur sampai telepon Ibie membangunkanku ketika matahari mulai naik.
Kerjaanku hari ini hanya ditelepon Ibie, berbalas pesan dengan Dewi, Suci, dan Defi, teman SMA-ku dulu. Aku banyak diam di kamar tetapi aku masih dapat informasi dari Dinda bahwa ujian Filasafat Ilmu dan Statistika Sosial akan dilaksanakan hari selasa 6 Januari nanti.
Ya Allah bangkitkan mimpi-mimpi yang terpendam dan gerakanlah tubuhku untuk meraihnya, bawa aku ketempat-tempat indah.
Sekitar jam dua aku bangun kemudian mengambil wudhu, shalat tahajud dan dilanjutkan dengan belajar bahasa jerman. Setelah merasa ngantuk aku tidur dan bangun lagi ketika waktu subuh tiba, aku shalat dan kembali tidur sampai telepon Ibie membangunkanku ketika matahari mulai naik.
Kerjaanku hari ini hanya ditelepon Ibie, berbalas pesan dengan Dewi, Suci, dan Defi, teman SMA-ku dulu. Aku banyak diam di kamar tetapi aku masih dapat informasi dari Dinda bahwa ujian Filasafat Ilmu dan Statistika Sosial akan dilaksanakan hari selasa 6 Januari nanti.
Ya Allah bangkitkan mimpi-mimpi yang terpendam dan gerakanlah tubuhku untuk meraihnya, bawa aku ketempat-tempat indah.
Langganan:
Postingan (Atom)