Sabtu, 05 September 2009

KAMIS, 1 JANUARI 2009

Cahaya kembang api tahun baru bertaburan di atas langit jatinangor aku takjub melihatnya dari atas loteng kontrakkanku. ya inilah tahun baru 2009, tahun 2008 telah pergi dan tak akan kembali untuk selama-lamanya. sejenak tidak ada yang istimewa namun bagiku hari ini adalah momen untuk perubahan dan kebangkitan diriku.
Ucapan Happy New Year aku dapatkan dari Adinda, Keny dan Wawan melalui ponselku. Setelah itu aku kembali tidur dan aku dapati shalat subuhku telat. Aku mencoba belajar bahasa jerman dan sarapan kemudian kembali tidur. Aku sempat pergi ke kampus namun aku tidak mendapatkan informasi apapun dari sana karena hari ini adalah hari libur. Aku periksa saldo di ATM-ku pun isinya masih nihil mungkin keluargaku di rumah belum mempunyai cukup uang untuk mengirimiku.
Aku stress dengan dua gadis tidak jelas yang menggangguku melalui handphone. Yang satu ini bernama Ibie, dia rajin sekali meneleponku entah pulsanya dari mana tetapi yang pasti dia sangat menggangguku. Yang kedua gadis Tasik yang "lebay" dia bernama Sonia. Ah siapa pun mereka aku pusing di buatnya.
Untuk menghilangkan rasa kesalku, aku bermain play station selama dua jam, membeli pulsa perdana dan berbalas pesan dengan Ayu dan Tika. Mereka dalah sahabat-sahabatku yang baik.

Tentang Matahari

Matahari adalah sebuah filosofi hidup dimana ada matahari maka di situlah ada kehidupan. Matahari adalah sumber dari harapan, sumber dari mimpi-mimpi. Aku dan Matahari adalah sebuah kisah perjalan hidupku di tahun 2009. Mengisahkan tentang studiku di sebuah universitas, kisah persahabatan dan cinta yang jauh dari harapan, problema ekonomi keluarga, dan mimpi-mimpi yang indah. Aku percaya bahwa setiap pijakan kaki yang ku tapakkan, setiap nafas yang ku hirup dan ku hembuskan adalah sebuah perjuangan tanpa henti melawan kerasnya hidup. Takkan ada indah yang abadi di dunia seperti juga tiada keburukkan yang abadi dan yakinlah bahwa hidup ini adalah deburan ombak yang tak mungkin tenang. Semuanya akan berubah, airnya tak pernah sama. Hidup pasti akan menemukan duka yang mutlak bagi setiap insan di dunia namun tak selamanya duka itu hadir di dalam jiwa pada saatnya duka itu menjadi bahagia, itulah mimpi-mimpi kita. Semoga kisah ini dapat menjadi sebuah hikmah yang bermanfaat bukan saja bagi hidupku tetapi juga bagi pembaca.