Kamis, 10 Desember 2009

RABU, 14 JANUARI 2009

Lihatlah pagi ini matahri bersinar cerah dan indah kurasakan pancarannya meski panas menyelimuti tubuhku. Aku berjalan ketepian mimpi agar jelas sudah arahku kemana namun tetap saja tak ada kerinduan yang membawaku dalam semangat perjalanan ini. Hatiku mulai beku bersama angkuhnya bidadari-bidadari mimpi.
Setelah kusalami ibu, kakak dan adikku, aku bergegas pergi meninggalkan rumah dengan sepeda yang aku pinjam dari bibiku yang rumahnya dekat dengan jalan pantura kemarin aku turun dari bus di depan rumahnya dan aku pinjan sepedanya. Bus Bandung-Indramayu pun datang aku langsung menaikinya tetapi aku tidak bisa menikmati perjalanan ini selain perutku terasa mual aku juga tidak tahan untuk urusan yang satu ini. Tentu saja sampai diterminal leuwi panjang yang pertama aku cari adalah toilet kemudian makan mie ayam seharga Rp. 8.000, mahal sekali untuk ukuranku. Cukup lama aku menunggu Bus Elang-Jatinangor, tentu saja aku kesal buakankah hal yang paling mengesalkan dan menjenuhkan adalah menunggu apalagi menunggu sang kekasih tetapi sekarang aku sekarang tidak memiliki siapapun, pacaran hanya aku rasakan ketika aku SMA itu pun dengan anak SMP. Bus Damri pun datang.
Hari ini aku persiapkan berkas-berkas untuk persyaratan beasiswa kemudian sekitar jam tiga sore aku mengikuti rapat acara Temu Wong Dermayu (TWD). TWD adalah program HIKMI bagi mahsiswa baru yang berasal dari indramayu dan kuliah di kawasan jatinangor untuk memasuki organisasi ini. Dulu aku juga mengikutinya, acaranya mirip dengan ospek kampus. Rapat baru selesai sekitar maghrib.
Malam ini aku dan Galih pergi ke warnet. Aku membuka situs www.fisip.unpad.ac.id karena disitu aku bisa memasukkan ID dan password yang disediakan fakultas untuk mahasiswanya mengenai informasi akademik. Aku bisa melihat nilai-nilaiku disitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar